Beranda
Metodologi
Metodologi & Pendekatan

Cara Kami Menguji Keamanan

Setiap audit VULNEZ mengikuti metodologi internasional yang terverifikasi. Halaman ini menjelaskan kerangka kerja, standar pengujian, sistem penilaian risiko, dan alur kerja lengkap.

Kerangka NIST Cybersecurity Framework

Alur audit VULNEZ dibangun di atas 5 fungsi inti NIST CSF v2.0 — kerangka yang diakui global untuk mengelola risiko keamanan siber, diadopsi oleh BSSN sebagai acuan di Indonesia.

IDENTIFY

Identifikasi

Mengidentifikasi aset, data, dan sistem yang perlu dilindungi. Memahami konteks bisnis, regulasi, dan ancaman.

Implementasi di VULNEZ

  • Onboarding & pendataan aset digital (domain, IP, infrastruktur)
  • Penentuan ruang lingkup audit (scope) bersama klien
  • Otorisasi tertulis sesuai UU ITE Pasal 30 (wajib sebelum pengujian)
  • Klasifikasi data pribadi sesuai UU PDP No. 27/2022
PROTECT

Lindungi

Mengembangkan dan menerapkan kontrol keamanan yang tepat untuk melindungi layanan kritis.

Implementasi di VULNEZ

  • Audit konfigurasi keamanan (SSL/TLS, headers, CORS, WAF)
  • Audit autentikasi & otorisasi (JWT, session, brute-force resistance)
  • Audit infrastruktur ISP (BGP/RPKI, CGNAT, PPPoE, GPON)
  • Penilaian kontrol akses dan manajemen hak istimewa
DETECT

Deteksi

Mengembangkan dan menerapkan kegiatan yang tepat untuk mengidentifikasi terjadinya insiden keamanan.

Implementasi di VULNEZ

  • Pemindaian kerentanan otomatis dengan 50 modul
  • Threat intelligence & OSINT gathering
  • Deteksi anomali trafik & konten ilegal (judol)
  • Pemantauan reputasi IP/ASN dan blacklist monitoring
RESPOND

Tanggap

Mengembangkan dan menerapkan kegiatan yang tepat untuk mengambil tindakan atas insiden yang terdeteksi.

Implementasi di VULNEZ

  • Normalisasi temuan dengan scoring CVSS v3.1
  • Filter false-positive otomatis (rekonsiliasi skor vs severity)
  • Pemetaan temuan ke regulasi (UU PDP, PP 71, SNI 27001, NIST)
  • Laporan bilingual (ID/EN) dengan langkah perbaikan copy-paste
RECOVER

Pulihkan

Mengembangkan dan menerapkan kegiatan untuk memelihara rencana ketahanan dan memulihkan layanan.

Implementasi di VULNEZ

  • Retest untuk verifikasi perbaikan (before/after comparison)
  • Pemantauan berkelanjutan (continuous monitoring)
  • Pelaporan kepatuhan berkala untuk auditor
  • Security posture scoring & maturity assessment

Metodologi Pengujian yang Diadopsi

Lima standar internasional yang menjadi acuan setiap pengujian keamanan di platform VULNEZ.

PTES

Penetration Testing Execution Standard

Standar 7 fase untuk penetration testing profesional: pre-engagement interactions, intelligence gathering, threat modeling, vulnerability analysis, exploitation, post-exploitation, dan reporting.

Dipakai di Bagian Mana

Seluruh alur pengujian keamanan VULNEZ mengikuti 7 fase PTES. Setiap scan melewati fase discovery, analisis kerentanan, eksploitasi (bila diizinkan), dan pelaporan terstruktur.

Sumber resmi
NIST SP 800-115

Technical Guide to Information Security Testing and Assessment

Panduan teknis NIST untuk pengujian keamanan informasi: perencanaan, penemuan (discovery), serangan (attack simulation), dan pelaporan.

Dipakai di Bagian Mana

Fase planning (scope & authorization), discovery (port scanning, service enumeration), dan attack simulation (vulnerability exploitation) mengikuti alur NIST 800-115.

Sumber resmi
OWASP WSTG v4.2

Web Security Testing Guide

Panduan komprehensif untuk pengujian keamanan aplikasi web. Mencakup 11 kategori pengujian: information gathering, configuration, identity management, authentication, authorization, session, input validation, error handling, cryptography, business logic, dan client-side.

Dipakai di Bagian Mana

Modul web audit (web_audit, sqli, xss_injection, jwt_auth, cors, api_audit) mengikuti kategori OWASP WSTG. Temuan dipetakan ke OWASP Top 10.

Sumber resmi
OSSTMM v3

Open Source Security Testing Methodology Manual

Metodologi pengujian keamanan berbasis pengukuran (metrics-driven). Menekankan verifikasi kontrol keamanan yang terukur, bukan sekadar menemukan kerentanan.

Dipakai di Bagian Mana

Prinsip pengukuran OSSTMM diterapkan dalam scoring CVSS v3.1, security maturity assessment, dan compliance scorecard yang menghasilkan metrik keamanan terukur.

Sumber resmi
MITRE ATT&CK

Adversarial Tactics, Techniques, and Common Knowledge

Knowledge base taktik dan teknik adversary berdasarkan observasi dunia nyata. Digunakan untuk threat modeling, red teaming, dan SOC monitoring.

Dipakai di Bagian Mana

Modul threat intelligence, red team, dan SOC/CND memetakan temuan ke taktik MITRE ATT&CK (Initial Access, Execution, Persistence, Privilege Escalation, dll.) untuk konteks ancaman.

Sumber resmi

Sistem Penilaian Risiko

Setiap temuan di-scoring menggunakan CVSS v3.1 (Common Vulnerability Scoring System). Bila tersedia, diperkaya dengan EPSS (Exploit Prediction Scoring System) dan status KEV (CISA Known Exploited Vulnerabilities).

Critical
9.0 – 10.0

Kerentanan kritis yang dapat dieksploitasi langsung tanpa autentikasi. Perbaiki segera (<24 jam).

High
7.0 – 8.9

Kerentanan serius yang memerlukan kondisi tertentu untuk dieksploitasi. Perbaiki dalam 1 minggu.

Medium
4.0 – 6.9

Kerentanan menengah, perlu pijakan atau interaksi pengguna. Perbaiki dalam siklus pemeliharaan.

Low
0.1 – 3.9

Risiko terbatas. Perbaiki untuk kebersihan keamanan dan kepatuhan.

Info
0.0

Bersifat informatif. Tidak ada eksploitasi langsung.

Rekonsiliasi Skor vs Severity

VULNEZ menerapkan prinsip "skor menang atas label": jika modul scan memberikan skor CVSS numerik, severity selalu diturunkan ulang dari skor tersebut (bukan dari label module). Ini mencegah inflasi severity yang umum terjadi pada scanner komersial. Jika skor CVSS = 0, severity default dipakai (Critical=9.5, High=7.5, Medium=5.0, Low=2.5).

Metode Pengujian

Tiga pendekatan pengujian — dipilih sesuai konteks dan kebutuhan klien.

Black Box

Pengujian tanpa pengetahuan internal — mensimulasikan perspektif penyerang eksternal. Cocok untuk initial assessment dan uji ketahanan perimeter.

Dipakai saat: Default untuk audit keamanan website, pemindaian infrastruktur, dan threat intelligence.

Grey Box

Pengujian dengan sebagian akses (kredensial level rendah, dokumentasi API). Cakupan lebih dalam dibanding black box tanpa butuh akses penuh.

Dipakai saat: Audit API, pengujian autentikasi, dan audit konfigurasi ISP yang membutuhkan akses management interface.

White Box

Pengujian dengan akses penuh ke kode sumber, konfigurasi, dan arsitektur. Temuan paling komprehensif karena bisa memeriksa logika internal.

Dipakai saat: Code review, audit container/Kubernetes, audit kepatuhan mendalam, dan DPO assessment.

Alur Kerja A-Z

Dari onboarding hingga pemantauan berkelanjutan — 9 langkah transparan.

1

Onboarding & Registrasi

Organisasi mendaftar, menentukan informasi dasar, dan memilih paket layanan.

2

Tentukan Target & Ruang Lingkup

Definisikan domain, IP, atau infrastruktur yang akan diaudit. Pilih modul yang sesuai.

3

Otorisasi Tertulis (UU ITE)

Tandatangani NDA dan surat otorisasi pengujian sesuai UU ITE Pasal 30 — wajib sebelum eksekusi.

4

Eksekusi Audit

Sistem menjalankan modul audit sesuai metodologi (PTES/OWASP). Progress real-time via dashboard.

5

Normalisasi & Filter False-Positive

Temuan dinormalisasi dengan CVSS v3.1. Rekonsiliasi skor vs severity. Filter hasil yang tidak valid.

6

Pemetaan Regulasi

Setiap temuan dipetakan ke regulasi terkait (UU PDP, PP 71, SNI 27001, NIST CSF, OWASP).

7

Laporan & Rekomendasi

Laporan bilingual (ID/EN) dengan ringkasan eksekutif, evidence, langkah perbaikan detail, dan prioritas risiko.

8

Perbaikan & Retest

Tim Anda memperbaiki temuan. Jalankan ulang audit untuk verifikasi — perbandingan before/after otomatis.

9

Pemantauan Berkelanjutan

Jadwalkan audit berkala. Pantau postur keamanan dari waktu ke waktu. Pelaporan kepatuhan untuk auditor.

Yakin dengan Metodologi Kami?

Mulai audit keamanan Anda dengan metodologi yang terstandar dan transparan.

Disclaimer: Halaman ini menjelaskan metodologi yang diadopsi VULNEZ sebagai alat bantu audit keamanan. VULNEZ bukan pengganti audit keamanan komprehensif oleh tim ahli tersertifikasi. Untuk kebutuhan audit formal dan sertifikasi, konsultasikan dengan auditor berlisensi.